-
Alamat:
Toto Sel., Kec. Kabila,
Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo -
Hubungi Kami:
(+62) 811 431 6044
- Mulai Survey
REALISASI INVESTASI TRIWULAN II PROVINSI GORONTALO CAPAI RP829,23 MILIAR
Realisasi Investasi Triwulan II Provinsi Gorontalo Capai Rp829,23 Miliar
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Gorontalo mencatat realisasi investasi pada Triwulan II Tahun 2026 mencapai Rp829.232.960.684. Capaian tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp740.027.101.241 dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp89.205.859.443, dengan total 1.286 proyek yang tersebar di enam kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo.
Berdasarkan sebaran lokasi usaha, realisasi investasi Provinsi Gorontalo pada Triwulan II Tahun 2026 mencapai Rp829,23 miliar yang tersebar pada 1.286 proyek dengan penyerapan 1.374 tenaga kerja, terdiri atas 1.371 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 3 Tenaga Kerja Asing (TKA). Kabupaten Pohuwato menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar, yakni Rp520,01 miliar atau 62,71 persen dari total investasi, diikuti Kabupaten Gorontalo Utara sebesar Rp145,77 miliar (17,58 persen) dan Kota Gorontalo sebesar Rp103,20 miliar (12,45 persen). Sementara itu, Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, dan Boalemo turut memberikan kontribusi terhadap capaian investasi daerah dengan nilai investasi masing-masing sebesar Rp34,38 miliar, Rp19,19 miliar, dan Rp6,67 miliar.
Untuk Penanaman Modal Asing (PMA), realisasi investasi pada Triwulan II Tahun 2026 tercatat sebesar Rp89,21 miliar yang berasal dari 56 proyek dengan penyerapan 106 tenaga kerja, terdiri atas 105 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 1 Tenaga Kerja Asing (TKA). Investasi asing tersebut didominasi oleh Kota Gorontalo dengan nilai Rp71,94 miliar atau 81 persen dari total PMA. Selanjutnya diikuti Kabupaten Gorontalo Utara sebesar Rp7,71 miliar (9 persen), Kabupaten Bone Bolango sebesar Rp4,38 miliar (5 persen), Kabupaten Pohuwato sebesar Rp3,47 miliar (4 persen), dan Kabupaten Gorontalo sebesar Rp1,70 miliar (2 persen).
Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada Triwulan II Tahun 2026 mencapai Rp740,03 miliar yang berasal dari 1.230 proyek dengan penyerapan 1.268 tenaga kerja, terdiri atas 1.266 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 2 Tenaga Kerja Asing (TKA). Kabupaten Pohuwato menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi Rp516,55 miliar atau 70 persen dari total PMDN. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Gorontalo Utara sebesar Rp138,05 miliar (19 persen), diikuti Kabupaten Gorontalo sebesar Rp32,68 miliar (4 persen), Kota Gorontalo sebesar Rp31,26 miliar (4 persen), Kabupaten Bone Bolango sebesar Rp14,81 miliar (2 persen), serta Kabupaten Boalemo sebesar Rp6,67 miliar (1 persen).
Berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi Triwulan II Tahun 2026 didominasi oleh sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya dengan nilai investasi mencapai Rp300,04 miliar atau 36,18 persen dari total realisasi investasi. Selanjutnya disusul sektor Pertambangan sebesar Rp196,31 miliar (23,67 persen), Kehutanan sebesar Rp116,26 miliar (14,02 persen), Jasa Lainnya sebesar Rp77,63 miliar (9,36 persen), serta Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp60,17 miliar (7,26 persen). Dominasi lima sektor tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi di Provinsi Gorontalo masih ditopang oleh sektor industri pengolahan, pemanfaatan sumber daya alam, serta sektor jasa yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas ekonomi daerah.
Khusus Penanaman Modal Asing (PMA) berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar berasal dari sektor Jasa Lainnya dengan nilai mencapai Rp71,45 miliar atau 80,10 persen dari total PMA. Selanjutnya diikuti sektor Listrik, Gas dan Air sebesar Rp7,97 miliar (8,93 persen), Pertambangan sebesar Rp4,38 miliar (4,91 persen), Industri Makanan sebesar Rp3,92 miliar (4,39 persen), serta Industri Kayu sebesar Rp828,54 juta (0,93 persen). Komposisi tersebut menunjukkan bahwa investasi asing di Provinsi Gorontalo pada Triwulan II Tahun 2026 masih didominasi oleh sektor jasa, dengan dukungan investasi pada sektor infrastruktur, pertambangan, dan industri pengolahan.
Berdasarkan sektor usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), investasi pada Triwulan II Tahun 2026 didominasi oleh sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya dengan nilai mencapai Rp300,04 miliar. Posisi berikutnya ditempati sektor Pertambangan sebesar Rp191,92 miliar, Kehutanan sebesar Rp116,26 miliar, Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp60,17 miliar, serta Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan sebesar Rp17,54 miliar. Capaian tersebut menunjukkan bahwa investasi domestik di Provinsi Gorontalo masih didominasi oleh sektor industri pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam, yang menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan negara asal investor, Jepang masih menjadi penyumbang investasi asing terbesar di Provinsi Gorontalo pada Triwulan II Tahun 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp72,03 miliar atau 81,16 persen dari total PMA. Sementara itu, investasi juga berasal dari R.R. Tiongkok, Amerika Serikat, Singapura, dan Malaysia dengan kontribusi yang lebih kecil. Secara keseluruhan, investasi asing dari lima negara tersebut terealisasi melalui 41 proyek dan menyerap 53 tenaga kerja Indonesia (TKI), yang menunjukkan masih tingginya kepercayaan investor mancanegara terhadap potensi investasi di Provinsi Gorontalo.
